Kutim Kembangkan Sapi Potong dengan Kandang dan Inseminasi Buatan
Kepala
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah
Ratnaningrum
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Pemerintah Kabupaten
Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan populasi sapi potong di
wilayahnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangbiakan sapi
di kandang.
"Kandangisasi sapi potong merupakan
salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak sapi di
Kutim," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan
(DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, saat ditemui di kantornya, Senin (4/12/2023).
Menurutnya, dengan mengembangbiakan sapi di
kandang, kesehatan ternak akan lebih terjaga dan terhindar dari penyakit,
seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu, kandangisasi juga memudahkan
pengawasan dan pemberian pakan.
"Pemkab Kutim juga memberikan bantuan
pakan ternak kepada peternak," imbuh Dyah.
Selain kandangisasi, Pemkab Kutim juga
mendorong meningkatkan ketersediaan pakan ternak, terutama hijauan.
"Kami juga mendorong untuk meningkatkan
pakan ternak Sapi, seperti pack Chong dan Gambi Omami," ujarnya.
Dyah mengatakan, saat ini populasi sapi
potong di Kutim mencapai 19.775 ekor. Dengan berbagai upaya yang dilakukan,
diharapkan populasi sapi potong di Kutim dapat terus meningkat.
Selain kandangisasi, Pemkab Kutim juga
mendorong penggunaan inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan produksi daging
sapi.
"IB merupakan salah satu teknologi yang
dapat meningkatkan produksi daging sapi," kata Dyah.
Dengan IB, peternak dapat memilih jenis sapi
yang berkualitas untuk dikawinkan dengan sapi betinanya. Selain itu, IB juga
dapat dilakukan kapan saja, tanpa perlu menunggu musim kawin.
"Pemkab Kutim memberikan bantuan
inseminasi buatan kepada peternak," imbuh Dyah.
Dyah mengatakan, saat ini sudah ada 20
peternak di Kutim yang menggunakan IB. Dengan semakin banyaknya peternak yang
menggunakan IB, diharapkan produksi daging sapi di Kutim dapat meningkat.
Kutim memiliki potensi yang besar untuk
pengembangan sapi potong. Hal ini didukung oleh luas lahan yang masih banyak
dan sumber daya alam yang melimpah.
"Kutim memiliki lahan hijauan yang luas,
sehingga sangat cocok untuk pengembangan sapi potong," kata Dyah.
Selain itu, Kutim juga memiliki sumber daya
alam yang melimpah, seperti rumput packcong dan gama omami. Kedua jenis rumput
ini merupakan pakan yang baik untuk sapi potong.
"Rumput packcong dan gama omami dapat
tumbuh di lahan yang kurang subur," imbuh Dyah.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Dyah
yakin bahwa Kutim dapat menjadi salah satu sentra produksi sapi potong di
Kalimantan Timur.(adv/nan)